Akhirnya..!!! Setelah pengurusan dokumen yang sangat-sangat ribet, bikin stres dan segala macem.. Akhirnya hari keberangkatan tiba! 
Senin, 07 Desember 2015. Dari pagi udah bikin lapak jualan baju di kamar, pilih-pilih baju untuk dimasukkan ke koper. Harusnya sih malam sebelumnya, tapi sepertinya aku terlalu lelah dan akhirnya kabur ke alam mimpi. Disela-sela buka lapak baju, harus masih ke kampus untuk urusan proposal skripsi yang masih belum selesai. 
Jam 17.00 ah, udah jam segini tapi masih belum selesai. Akhirnya aku putuskan untuk meninggalkan urusan proposal, dan kembali ke kosan, urus ini-itu yang masih belum selesai. Karena jam 19.00 udah harus standby untuk naik travel ke Bandung. Oke, packing beres. Pamitan. Cawww!!

Bissmillahirrohmanirrohim. Bandung, I'm coming! Oh iya, kenapa ke Bandung? Bukan Jakarta? Jadi, sesuai yang udah direncanakan sebelumnya, aku ke Bandung dulu, tempat Sri -temen yang juga berangkat internship ini-. Dari kontrakan dia, baru deh kita berangkat ke kampusnya untuk berangkat bareng temen-temen dari Bandung ke Bandara Soetta. 

Selasa, 08 Desember 2015. Tangal keberangkatan yang tertulis ditiket.Seneng? Iya. Deg-degan? Banget. Negara seperti apa sih Jepang? Ya, walaupun aku sudah belajar ini itu tentang Jepang, masih belum cukup untuk menutupi rasa deg-deg an ini. Oke, aku dan Sri telat kumpul di kampusnya! Alhasil, dimarahin deh hiks.Tapi bukan masalah, toh emang salah kami sendiri hehee... Jam 12 siang, mobil berangkat menuju Bandara. Sampai Bandara sekitar jam 4. 
Berhubung saya belum nuker uang Rupiah ke Yen, saya harus ke Money Changer dulu. Kebetulan Mirsha juga belum tuker uang. Dan benar. Mahal! Yang seharusnya kursnya cuman 113, di bandara jadi 121. Sedih. Tapi ya mau bagaimana lagi. Pelajaran, lain kali min 1 minggu sebelum keberangkatan harus sudah beli Yen. Oke, nuker uang selesai. Sekarang, nunggu. Jam 18.30, ketemu Pak Bambang untuk memastikan kelengkapan kami seperti tiket pesawat, paspor dan visa, dan hal-hal tentang proses embarkasi. Setelah dikasih wejangan, dan pamitan dengan tiap keluarga dari tim kami yang mengantar -aku sendiri yang ga dianter keluarga atau teman T.T-, kami check in. 

Waduh koper apa kabar ini? Khawatir lebih dari 23kg (kapasitas maksimal bagasi). Dan waktu check in, waw banget. 22,03kg. Oh God! 7 ons lagi itu udah jadi 23kg. Amannnnn.... Untungnya juga, kami check in sistem grup. Jadi, tiket dan paspornya disatuin, bagasinya juga. Oh iya, grup ini maksimal 5 orang, jadi Lingga check in sendiri deh. Dan keuntungan check in grup ini adalah kita bisa share bobot koper. Prima, yang kopernya tembus 25kg, bisa aman karena bisa tertutupi oleh bobot koper teman yang lain. Check in selesai! Tapi proses belum selesai. Masih harus ke embarkasi. Karena penerbangan internasional, huahaha ribet sihhhh.. Walaupun dengan muka polos -karena kami belum ada yang pernah penerbangan internasional-. Setiap datang ke pos-pos baru, tiket sama paspor dan visa selalu standby. Oh iya Ktp juga. Biar kita ga dikira imigran gelap. Setelah proses panjangggg dan ribet ini, akhirnya kita sampai diruang tunggu. Nungguin pesawat sambil kirim-kirim foto ke rumah, biar ortu seneng.. Huehehe.. Maaakkk anakmu ke luar negeri makkk.. Penasaran cerita selanjutnya? lanjut part II ya.. hehehe *iseng*
Assalamualaikum.. ^^ *kalem*
Akhir-akhir ini aktivitas lagi sibuk-sibuknya. Lagi persiapan KKN, jadi banyak banget kegiatannya. Mulai dari pembekalan, kumpul kelompok, sampe survei lokasi yang memakan 2,5 jam - 3 jam sekali jalan (bayangin aja pp nya tuh)
Oya mengenai KKN, nanti bakalan aku bikin postingan tersendiri deh ya. Biar enak bacanya.
Oke balik lagi. Berhubung lagi sibuk-sibuknya, sampe-sampe buka laptop juga ga sempet. Apalagi buat ngeblog T.T

Ya sudahlah, nikamti saja wit *senyum ikhlas*

Well, sesuai dengan judul yang udah dibikin jadi draft postingan ini sejak jauh-jauh hari, baru hari ini sempet buat nulisnya.
Dipostingan ini tentunya aku akan bahas tentang judul blog ini: Untold Stories.

Sebelumnya, mungkin ada beberapa orang yang pernah nyasar ke blog ini. Ada yang berubah dari blog ini, mulai dari template, judul blog, hingga beberapa postingan yang mungkin sudah tidak ada lagi, hehehe.
Kenapa begitu, wit?
Karena, pengen aja gitu setelah 2 tahun lebih meninggalkan blog ini, ada sesuatu yang beda. Dan lebih enak dilihat-dibaca gitu. Mulai dari template, aku sengaja pilih yang sederhana, tapi tetap enak dilihat. Judul blog: Untold Stories.
Ada apa sih dibalik Untold Stories?
Kenapa diubah dari judul sebelumnya: Hidup Adalah Perjuangan?

Untold Stories berawal dari sebuah perjalanan hidup yang semakin mengajarkanku satu hal. Mengenal diri sendiri.
Sebenarnya, tahu apa sih kita tentang diri sendiri? Kadang, kepekaan kita terhadap diri sendiri masih kalah dengan usaha kita untuk menjadi peka terhadap orang lain. Ya, tidak menyalahkan juga memang. Kita hidup bermasyarakat, bersosialisasi dan bertoleransi demi menciptakan sebuah harmonisasi. Tapi hal ini jangan sampai membuat kita lupa akan diri sendiri. Lupa dengan bagaimana diri ini juga minta dikenal, diperhatikan.

Perjalanan hidup seperti apa sih wit yang bisa membuatmu berpikir begitu?
Jadi, setelah semakin menyelami diri, semakin aku mengerti bahwa begitu banyak cerita yang tak diceritakan. Untold Stories.

Ya, bagi sebagian orang yang mengenalku, mungkin ini yang ada dibenak mereka: "tidak bisa diam".
Karena sepertinya, bagi mereka selalu ada saja celotehan yang keluar dari mulutku ini. Iya bener kok. Aku akui itu, hehehe.

Tapi dibalik itu, aku jarang bercerita tentang apa yang aku alami. Banyak hal yang sebenarnya tidak diceritakan.
Nah, dari pikiran-pikiran itulah kemudian mulai berniat aktif nulis lagi deh. Disini. Dan sengaja judul blognya Untold Stories. Biar bisa jadi tempat untuk menampung cerita-cerita yang tak diceritakan tadi. Syukur jika bermanfaat untuk pembaca. Yaa setidaknya bisa jadi rekaman jejak perjalanan hidup. Karena Untold Stories mungkin saja akan selalu menjadi Untold Stories, tapi tidak menutup kemungkinan Untold Stories itu menjadi Written Stories.

If you can't tell it, write it ! :)
Ini apa?
Sebuah rasa?
Sebuah pengharapan?
Ah, sudahlah. Tau apa kau tentang rasa?

Tidak, ini bukan soal cerita romansa seorang anak remaja yang sedang belajar demi mencapai satu kata: dewasa.
Ini lebih dari itu.
Ini rasa dimana kau pasti pernah merasakannya. Saat kau mendapat kabar bahwa kau memperoleh satu diantara bintang, dan kau special. Kau special karena kau yang mendapat kesempatan itu. Kesempatan dimana kau dapat terbang dan memetik bintang. Kesempatan dimana kau dapat melayang diudara melihat teman-temanmu masih dalam wajah polos mereka berharap suatu saat bisa terbang sepertimu. Kesempatan dimana kau dapat terbang setelah kau berhasil menyusun rapat bulu-bulu menjadi sepasang sayap kemudian tertatih belajar mengepakkannya?
Satu hal yang tentu tak kan kau lupa. Kau panggil mereka, orang terdekatmu. Tuk melihatmu terbang dan memetik bintang dengan harapan kau dapat melihat rekahan simpul yang ada di bibir mereka.
Kau salah.
Rasanya hampir saja aku menabrak awan. Awan hitam yang dengan sangarnya dapat menyambarmu dengan tajamnya kilatnya, atau bahkan memborbardirmu dengan dentuman petirnya. Kalau sekedar hujan, tak masalah. Toh ia hanya akan membasahimu dengan siramannya yang bahkan dapat menyamarkan tetes kecil hujan di kedua pipimu
Ku kira, kau mengerti. Tak hanya bulan yang membutuhkan matahari tuk bersinar.bunga pun membutuhkan tangkai tuk tetap berdiri tegak.


Kuliah. Satu kata yang mewakili jenjang pendidikan yang ditempuh setelah sekolah. Sebenarnya, kuliah juga masih di tingkatan sekolah, karena sama-sama menuntut ilmu disebuah institusi resmi. Eh sebentar, "menuntut ilmu"? Salah apa ilmu kok dituntut begitu? Gimana kalau kita ganti jadi mencari ilmu? Toh lebih enak kan. Karena sampai kapanpun kita akan terus belajar kan, mencari ilmu kan.. hehehe *pembelaan*

Nah, kuliah ini ada yang diploma, sarjana, master, hingga doktor.
Tapi, yang lebih umum disebut dengan kuliah adalah mereka yang sedang menempuh pendidikan di jenjang diploma ataupun sarjana.
Berhubung aku saat ini lagi masa-masa kuliah, aku mau bahas tentang Calon Maba.

Kalau biasanya Calon Maba itu identik dengan kepanjangan Calon Mahasiswa Baru, kali ini beda. Calon Maba disini, kepanjangannya adalah Calon Mahasiswa Bangkotan.
Kenapa Calon? 
Karena belum jadi Maba (red: Mahasiswa Bangkotan)
Kenapa Bangkotan?
Karena biasanya lulusnya lama, jadi udah tua gitu.

Sebenarnya, takut juga buat nulis tentang Maba ini di blog. Takut kena batunya!
Tapi ah sudahlah. Ini hanya berbagi. Toh semua sudah ditentukan oleh Sang Penentu Takdir. Yang harus kita lakukan adalah berusaha terbaik. Yang salah satunya adalahhh... SKRIPSINYA DIKERJAIN! *teriak ke diri sendiri*
 Iyalah gimana mau lulus kalo ga dikerjain? kalau ada yang bingung, emang wiwit udah ngerjain skripsi?
Hehe belum kok belum. Baru draft proposalnya. Doakan yaa semoga dilancarkan. Aamiin.

Nah ngomong-ngomong Calon Maba, biasanya udah kuliah disemester akhir kan? Salah satunya ya seperti saya ini.
Mahasiswa semester akhir ini juga ga semuanya mulus kok. Ada yang musti ngulang mata kuliah yang nilainya kurang memuaskan, ada juga yang masih harus mengambil mata kuliah wajib yang belum diambil di semester sebelumnya. Kali ini, aku ga bahas tentang susahnya jadi Maba dll kok. Soalnya aku juga ga ngalamin (jangan sampe).
Yang akan aku bahas adalah persiapan menghadapi semester akhir. Karena sudah jadi Calon Maba. Jadi harus dipersiapkan sedemikian rupa biar ga jadi Maba beneran.
Biasanya, bagi yang udah banyak mengambil mata kuliah di semester sebelumnya, akan merasa kesenangan sekaligus kebingungan menghadapi semester akhir. Kita sebut saja semester 7. Senang? Karena perjuangan kuliah tinggal sedikit lagi brooo.. Mata kuliahnya tinggal sedikit dan tinggal ngerjain 1 hal sederhana yang luar biasa: skripsi.
Bingung? Karena kuliah yang tinggal sedikit itu, membuat mahasiswa merasa terlalu banyak waktu luang yang bingung akan dipakai untuk apa, selain ngerjain skripsi tentunya. Tapi kalau ngerjain skripsi terus bosen lah ya, capek. Makanya, mahasiswa yang ada di level ini lumayan bingung untuk menghabiskan waktu yang biasanya diisi dengan kuliah dan organisasi. Apalagi anak kos, biasanya jadi kebanyakan main. Dan alhasil: pengeluaran membengkak!

So, ini dia hal-hal yang bisa dilakukan di semester 7 selain skripsi.
  1. Berwirausaha
  2. Menyalurkan hobi
  3. Eksplor tempat baru
  4. Cari potensi diri (lagi)
  5. Kerja 
  6. Membaca-Menulis
Untuk mempermudah melakukan hal-hal diatas, kita bisa kok bikin to do list di semester tersebut. Terus ditempel deh di kamar. Kan cucok!!

Sebenernya, mau ngejelasin satu per satu poin-poinnya. Tapi apa daya, besok ujian 2 mata kuliah dan salah satunya adalah presentasi draft proposal penelitian yang udah aku bikin. Nanti aku lanjut di postingan selanjutnya aja yaa..
Terima Kasih ^^

Bersambung..
Ceritanya, tadi buka puasa bersamanya ditunda dulu nemenin temen yang masih jualan takjil di lapak usdan. Setelah dapet pinjeman motor *jujur amat* kami bertiga segera cusss ke salah satu tempat makan lele yang sudah menjamur di banyak kota di Indonesia. Kenapa lele ? Soalnya aku lagi pengen banget makan lele saus padangnya yang enakkkk.... *nelen liur*

Selesai makan, ke kos temen, dan ritual girl-talk pun dimulai. Ya.. tau sendirilah bagaimana jika dua orang anak gadis sedang melakukan ritual itu. Apa aja bisa dibahas.
Okee.. kita lanjut. Tapi bukan hal-hal diatas yang mau dibahas kali ini.


Ini nih yang akan kita bahas kali ini. Tadi sepulang dari kos temen, aku mampir warung samping kosan buat beli "sajen" yang bisa menyuplai kebutuhan selama belajar UAS. Eh ada si coklat kacamata. Yaudah deh aku ambil. Terus, di sebelahnya ada Cha-Cha. Wah pas banget pikirku. Aku bisa menyandingkan mereka berdua didalam blog ini. Lumayan lah, review-review sedikit tentang makanan kan ya..
Cha-cha dan Coklat kacamata

Masih ingat jajanan yang dibawah bentuknya kacamata? Yup benar, itu jajanan yang sangat dikenal dikalangan anak-anak yang lahir di era 90'an.
Sedangkan yang satunya? Cha-Cha. Lebih modern sih ya, jadi mungkin lebih duluan si coklat kacamata ya terkenalnya.
Nah. Apa sih yang membedakan dari kedua coklat ini?
Yoo kita mulai!!!

Cha-Cha Vs. Coklat kacamata (maafkan atas penamaan yang tak jelas ini)


  1. Kemasan
    Dari segi kemasan, kedua coklat kancing/butiran ini memiliki cara masing-masing dalam mengemas produknya. 
    Si Cha-Cha, sudah menggunakan kemasan yang modern, bisa dibuktikan dari kemasannya yang menggunakan plastik dengan packaging design yang modern.
    Sedangkan coklat kacamata, masih konsisten dengan kemasannya yang berbentuk kacamata, ataupun ada juga beberapa yang berbentuk angka 8.
  2. Isi
    Perbandingan isi

    Nah ini dia perbedaan selanjutnya yang bisa dilihat *setelah dibuka loh yaa* dari kedua makanan yang imut ini. Ukuran butiran coklat kacamata lebih kecil dari pada ukuran butiran Cha-Cha. Jumlahnya pun berbeda. Jika Cha-cha memiliki butiran coklat yang lebih besar, tapi isinya cuman ada 9 butir *sedih*. Sedangkan Coklat kacamata, berhubung ukuran butirannya lebih kecil, jadinya isinya lebih banyak deh. 12 butir! Lumayan bagi anak kos yang sangat memperhatikan kuantitas nih. (Wong kalo harga beda Rp 500 aja udah mikir keras buat ngeluarin uang) hahaha.
  3. Rasa
    Kalau tadi kita bicara tentang jumlah a.k.a kuantitas, sekarang kita bahas rasa. Yaa memang sih rasa suatu makanan itu berbeda menurut masing-masing lidah. Tapi karena ini reviewnya aku yang bikin, rasanya menurut lidah aku loh ya! *maksa*. Untuk rasa, aku sih lebih suka yang Cha-cha dari pada si coklat kacamata. Cha-cha lebih berasa gitu coklatnya. Mungkin karena ukuran butirannya lebih besar kali ya. Tapi kalau coklat kacamata, rasa coklatnya kurang. Dan masih ada sisa-sisa rasa butter gitu setelah makan coklatnya.
  4. Harga
    Wah, udah bahas tentang harga aja nih. Tenang-tenang, karena ini review untuk menyandingkan kedua belah pihak yang terjebak dalam butiran coklat (bukan terjebak dalam butiran masa lalu loh ya), aku sengaja pilih harganya yang sama. Untuk Cha-cha ukuran kecil itu (lupa catet berapa gram) harganya Rp 500. Si coklat kacamata juga harganya sama, Rp 500. Jadi yaa murah lah ya untuk icip-icip dengan harga segitu (tapi ga puas makannya T.T)
  5. Fungsi
    Selain dari 4 hal diatas, ada satu hal lagi yang harus dibahas kalo udah bawa-bawa si coklat kacamata. Tapi sayang, Cha-Cha ga memiliki yang satu ini. Apa itu? Fungsi. Yap benar! Apalagi kalo bukan untuk dipakai sebagai kacamata. kan lumayan tuh buat mainan sama temen. Atau sekedar untuk narsis dan berselfie ria. Tapi lebih dari itu, fungsinya adalah sebagai kacamatan untuk mengenang kenangan masa lalu. Masa dimana kita bangga dengan mainan-mainan sederhana seperti kacamata ini, bukan pamer-pameran gadget baru atau sibuk dengan game dan chat di media sosial seperti sekarang ini. Yuk mulai dari sekarang kita lestarikan mainan sederhana yang keberadaannya semakin tergerus zaman.
Setiap masa memiliki kenangannya tersendiri. Jangan pernah mencoba mengubahnya, atau bahkan menghapusnya. Tapi biarkan ia membentuk butiran demi butiran, yang akan mengisi toples kehidupan. Hingga suatu masa butiran itu sampai pada butiran terakhir, biarkan ia tetap utuh.

Sekian ^.^


Pertama kali login blog dan bikin postingan via handphone. 
Yeyeye!! Harus dirayakan nih *tiup terompet*. 
Tapi kok ga ketemu enter ya? Lah priwe? Yaudah deh nanti di edit lagi di laptop *teteup*. 

Oke, hari ini mau posting tulisan yang sudah lama ada di kepala. Begini kata-katanya: 
"Apa aja sih yang akan diposting, wit?" 
Jadi begindang. Rencananya, aku akan bikin postingan yang menceritakan banyak hal tsaahhh.. Mulai dari keseharian yang mungkin ga penting, review: review makanan, produk kosmetik *kalo punya*, atau sekedar review hal-hal yang tidak direncanakan sebelumnya. Selain itu, akan ada juga tulisan tentang perjalanan. Yup! Travelling bro.. Jalan-jalan. Mulai dari tempat wisata, sampai ke tempat-tempat absurd yang bikin kaki gempor tapi tetep seneng. 

*Ignore my face*
Yooo!! Baiklah, mari kita bahas satu per satu kenapa aku memilih hal-hal itu untuk aku tulis disini. Yang pertama: keseharian. Duh kok kesannya kurang penting banget gitu ya? Tapi justru disitulah esensinya. Aku akan belajar untuk mengangkat hal-hal yang tidak penting menjadi sesuatu yang terlihat oleh mata. Karena nih ya, terkadang justru kita banyak belajar dari hal-hal kecil yang awalnya kita anggap gak penting. Nah selain itu, mungkin ada juga cerita dari apa yang aku alami dalam suatu hari bisa menginspirasi orang lain. Cieileee.. "Learn from unsee thing" Apa pula itu bahasa Inggrisnya *tepok jidat*. Ya begitulah, belajar dari hal-hal yang tidak terlihat. Karena belajar dari hal-hal terlihat udah terlalu mainstream brooo.. hahaha. 

Oke lanjut yang kedua. Review. Kenapa review? Karena sebagai manusia, kan kita banyak memakai makanan dan memakan produk. Eh kebalik! Maksudnya memakai produk dan memakan makanan. *maafkan bahasa Indonesia saya pemirsah*. Nah sayang dong kalo cuma lewat-lewat aja itu mommentnya. Mending ditulis, kali aja suatu saat ingin mengingat-ingat masa lalu *eh mengingat produk/makanannya maksudnya. Jadi tinggal dilihat deh postingannya. 

Dan yang ketiga sekaligus paling disuka. Travelling!! Iya, jalan-jalan kesana kesini gitu. Jadi ceritanya sekarang Wiwit-seorang adis yang beranjak dewasa- ini udah mulai suka ngebolang. Ngebolang, travelling, jalan-jalan, backpacker, atau apapun penyebutannya, intinya sebuah perjalanan. Kadang memang perjalanan yang direncanakan, kadang juga perjalanan iseng! Iyalah iseng, wong tiba-tiba pergi dadakan gitu. Tapi jangan khawatir, walaupun dadakan, kita harus membuat perjalanan itu menjadi luar biasa menyenangkan!! Oh iya, nanti.juga ada tips travelling berdasarkan pengalaman pribadi loh! Maapkeun jika tipsnya rada absurd yaa.hahaha. Soalnya kan berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi ya kadang keluar inovasi-inovasi terbaru yang mungkin ga kalah menariknya sama inovasi para insinyur.

Oke sekian dulu, sementara ini sih baru kepikiran 3 hal itu yang mau ditulis di blog. Jadi, keep reading and enjoy your day!! Thank you!! ^^
Assalamualaikum..

Welcome Back !!
Selamat datang lagi di blog ini ^^
Sebenarnya, ga ada pikiran untuk melanjutkan menulis di blog ini lagi. Karena.. ya gitu, suka lupa kalo punya blog hehehe

Saat lagi nulis


Tapi, semakin hari berganti, semakin bertambah usia, semakin banyak juga hal-hal yang telah aku lewati. Dari hal biasa sampai hal aneh yang kadang lucu juga kalau diingat-ingat. Nah kan sayang tuh kalau hal-hal seperti itu lewat begitu aja tanpa aja catatan yang bisa dibaca di hari-hari kemudian. Jadinya, aku pengen ngeblog lagi deh. Menuliskan cerita baru maupun lama, yang nantinya akan menjadi cerita tersendiri yang bisa ku baca bersama anak dan cucu *sweet*

Hal lain yang membuat aku pengen ngeblog lagi sih, karena dapet ilham gitu *tsaahhhh..
Berawal dari ucapan seorang teman yang sedikit menyindir, kurang lebih begini "gimana bisa membuka isi handphone-mu? Handphone aja dua-duanya pakai keamanan tingkat tinggi gitu".
Lumayan jleb juga sih memang, tapi benar juga. Aku memang tak mengijinkan siapapun untuk menggunakan handphoneku, yang walaupun didalamnya juga ga ada apa-apanya. hehe *peace*
Nah dari situlah, banyak catatan-catatan rahasia harian yang kadang aku tulis begitu saja di handphone. Aku juga bukan tipe anak gadis yang suka berbagi cerita aka curhat ke teman-temanku, makanya catatan handphone-lah yang jadi sasarannya.

Terus, suatu saat aku sedang makan siang bersama salah satu temanku disebuah tempat makan rahasia kami.. *evilface* Aku mendapat ilham dari kata-kataku sendiri "kayaknya, orang yang tau kisah hidupku cuman aku sendiri deh". Dan oops! Itu menjadi sebuah bumerang juga loh ternyata.
"Bagaimana aku bisa dikenang jika aku sendiri tak membagikan ceritaku pada orang lain? Bagaimana bisa aku menyebarkan kebaikan jika aku sendiri tak mengajarkan bagaimana mengukir sejarah diri yang baik? Tak usah jauh-jauh ke orang banyak, ke satu generasi dibawahmu saja, bagaimana bisa ?"

Ah, kata-kata itu membayang di kepalaku.  Dan akhirnya aku memutuskan untuk menulis lagi deh.
Masih belajar menulis kok. Jadi masih banyak kekurangan.

Selamat membaca.. Salam..